

JAKARTA BARAT — Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan vokasi, SMK Negeri 72 Jakarta menggelar pelatihan intensif bertajuk “Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)”. Kegiatan ini diikuti oleh para guru di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Kayu Besar Bulak Jati No. 18, Cengkareng Barat, Jakarta Barat.
Pelatihan yang diselenggarakan secara tatap muka ini menghadirkan praktisi pendidik yang kompeten sebagai narasumber utama. Tujuannya adalah untuk membekali para pendidik dengan strategi dan kerangka kerja pembelajaran terkini, yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kemandirian siswa, selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
Memperkuat Kompetensi Vokasi
Kepala Sekolah SMK Negeri 72 Jakarta, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa inisiatif pelatihan ini merupakan bagian krusial dari komitmen sekolah untuk mengadaptasi metode pengajaran yang relevan dengan perkembangan industri dan teknologi. “Pembelajaran Mendalam bukan hanya tentang mentransfer ilmu, tetapi memastikan siswa dapat memahami konsep secara utuh, menghubungkannya dengan konteks dunia nyata, dan mengaplikasikannya,” ujarnya.
Materi yang disampaikan oleh narasumber praktisi pendidik mencakup beberapa modul utama, antara lain:
* Konsep Dasar dan Landasan Filosofis Pembelajaran Mendalam (PM).
* Kerangka Kerja dan Enam Kompetensi Global dalam PM.
* Penyusunan Desain Pembelajaran dan
Asesmen berbasis PM.
* Pemanfaatan Teknologi Digital untuk mempercepat dan memperdalam proses belajar.
Praktik Nyata dari Praktisi
Kehadiran narasumber dari kalangan praktisi pendidik dengan rekam jejak yang terbukti sukses dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam menjadi nilai tambah bagi kegiatan ini. Mereka tidak hanya berbagi teori, tetapi juga contoh kasus nyata (best practices) serta tantangan yang dihadapi di lapangan.
Para guru antusias mengikuti sesi diskusi dan praktik penyusunan rencana pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan prinsip-prinsip PM. Diharapkan, ilmu yang didapat dari pelatihan ini akan segera diimplementasikan di kelas masing-masing, menghasilkan lulusan SMK yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi
juga memiliki kedalaman berpikir dan kesiapan mental yang tinggi untuk bersaing di dunia kerja.
Pelatihan ini menegaskan posisi SMK Negeri 72 Jakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi di Jakarta Barat yang serius dalam melakukan transformasi pembelajaran menuju pendidikan yang lebih inovatif dan relevan.
Dalam kegiatan IHT tersebut, Guru – Guru diminta juga untuk menyusun RPP dengan pendekatan Deep Learning. Langkah ini dilakukan agar guru bisa mengimplementasikan Prinsip Pembelajaran, Pengalaman Belajar dan Kerangka Pembelajaran dalam penyusunan RPP yang kemudian dijadikan strategi dalam pembelajaran di kelas. Tujuan akhir dari pendekatan PM ini adalah lulusanya mampu memiliki 8 dimensi profil lulusan. Delapan dimensi profil lulusan adalah 8 karakteristik esensial yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang utuh, berkarakter, dan kompeten, meliputi Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan (fisik dan mental), dan Komunikasi. Kerangka ini berfungsi sebagai standar kualitas pendidikan dan acuan pengembangan kurikulum untuk menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

